|
Kiat-kiat Salat Khusuk Oleh: Muhith Marzuqi Email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Setiap orang islam yang telah mendirikan salat pasti ingin salatnya khusuk. Tak terkecuali orang yang alim, ahlul fiqh, ahlul qur’an, ahlul tafsir, ahlul hadis dan ahli-ahli ilmu agama lainya. Karena kekhusukan salat hamba merupakan rahasia ilahi dan hubungannya sangat dekat dengan hidayah Allah, sehinga sangat sulit untuk mencapainya. Adakah orang yang berani mengatakan salatnya telah kusyuk? Yang dimaksud dengan kusyuk yaitu sifat merendahkan diri anggota badan, perasaan dan hati dihadapan Allah saat bermunajat dan berdialog dalam salat. Sebagaimana yang termuat dalam QS. 2 : 48 yaitu: Dan mintalah pertolongan kamu dengan kesabaran dan dengan salat, dan sesungguhnya salat itu sangat berat, kecuali orang orang yang kusyuk dan tunduk. Orang-orang yang menyangka akan bertemu Tuhannya dan kepada-Nya mereka kembali. Ada beberapa kiat agar seseorang bisa melaksanakan salat yang kusyuk. Persiapan-persiapan tersebut antara lain; Persiapan Sebelum Salat Agar salat seseorang bisa khusu yang paling mendasar adalah persiapan saat mengambil air wudhu. Rasulullah pernah menyuruh sahabat untuk menyempurnakan wudhunya ketika salat sampai tiga kali, ini berarti betapa pentingnya wudhu yang sempurna agar bisa mencapai kekhususkan salat. Salah satu cara agar wudhu sempurna adalah membaca doa-doa yang bisa meyempurnakan wudhu. Orang yang berwudhu dengan membaca doa-doa anggota wudhu dengan yang tidak membaca doa-doa anggota wudhu pasti ada perbedaannya. Doa-doa yang bisa menyempurnakan wudhu antara lain saat membasuh kedua tangan, saat berkumur, saat membasuh muka, saat membasuh tangan kanan, saat membasuh tangan kiri, saat mengusap sebagian kepala, saat membasuh telinga dan saat membasuh kedua kaki. Persiapan Fisik Khusuknya salat seseorang identik lamamnya orang itu melaksanakan salat, walaupun orang yang lama waktunya saat salat belum tentu bisa mencapai kusyuk, sehingga persiapan fisik sangat diperlukan agar pelaksanaan salat yang telah dipersiapkan benar-benar mencapai kusyuk. Kalau melihat sejarah salatnya Rasulullah SAW maka para sahabat dalam satu hikayat pernah berguman dalam hati, mungkin setelah membaca surat Al Baqarah yang jumlah ayatnya 286 Rasulullah rukuk, ternyata Rasulullah menyambung dengan surat Ali Imran yang jumlah ayatnya 200 ayat, sahabat berguman lagi mungkin setelah ini Rasulullah rukuk, ternyata Rasulullah membaca surat An-Nisa’ dimana jumlah ayatnya 177 ayat. Jika ditotal ayat yang dibaca Rasulullah dalam satu rakaat adalah 663 ayat atau 5 juz dalam alquran, itupun kalau bertemu ayat azab Rasulullah meminta ampun, jika bertemu ayat tasbih beliau menyanjung, bertemu ayat nikmat beliau memuji, bertemu ayat-ayat keagungan beliau mengagungkan Allah, dan bertemu ayat-ayat kebesaran Allah beliau majjada kepada Allah. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan rukukknya Rasulullah sama saat beliau berdiri, dan lama sujudnya sama seperti saat Rasullah membaca al-fatihah dan surat-surat tersebut. Dari mencontoh rasulullah dalam salat ini tentu fisik seseorang berpengaruh agar seseorang dapat mendirikan salat secara kusyuk, walaupun orang yang fisiknya kuat tidak ada jaminan salatnya bisa kusyuk. Agar fisik seseorang kuat tentu dibutuhkan keseimbangan makanan dan olah raga yang teratur. Persiapan Pernafasan Allah memberikan karunia pernafasan seseorang antara yang satu dengan lainya berbeda-beda ada yang panjang dan ada yang pendek. Nafas itu identik dengan jiwa atau nyawa, karena yang membedakan orang yang masih hidup dengan yang orang yang mati adalah nafasnya. Nafas dapat mempengaruhi kekhusukan salat seseorang karena nafas sangat erat hubungannya dengan konsentrasi. Orang yang nafasnya panjang akan lebih mudah berkonsentrasi dan meditasi dibandingkan dengan orang yang nafasnya pendek, akan tetapi tidak ada jaminan orang yang nafasnya panjang lebih mudah salat kusyuk. Membaca Al-Fatihah jika dibaca dengan satu nafas akan banyak menghabiskan energi, pikiran dan konsentrasi. Dengan konsentrasi total maka bisikan-bisikan hati, angan-angan, dan fikiran yang tidak tentu arah akan berkurang, karena dalam sebuah hadis disebutkan takni (pelan tapi pasti) minallah, dan a’jalah (terburu-buru) dari setan. Jika pengaruh dan godaan setan berkurang otomatis akan muncul ketentraman jiwa, jika seseorang telah mencapai ketentraman jiwa maka pintu kusyuk mulai terbuka. Mendalami Kajian Surat Al-Fatihah Al-fatihah merupakan inti suatu rakaat dalam salat, jika seseorang salat tidak membaca al-fatihah maka rakat salat tersebut dianggap tidak sah, sehinga harus menambah satu rakaat lagi untuk meyempurkan salat. Selai itu al-fatihah juga merupakan ummul kitab dan ringkasannya alquran. Dengan pendalaman al-fatihah yang sempurna akan lebih mudah mengantarkan untuk kusyuk. Pendalaman al-fatihah dapat dilakukan dengan mempraktekkan dialog antara seorang hamba dengan Tuhan Allah. Dialog tersebut yaitu: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمِدَنِيْ عَبْدِيْ Artinya: Segala Puji Bagi Allah, Hambaku memuji-Ku اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَثْنَيْ عَلَيَّ عَبْدِيْ Artinya: Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Hambaku menyanjung-Ku ماَلِكِ يَوْمِ الدّيْنِ. مَجَّّدَنِيْ عَبْديْ Artinya: Yang menguasai di Hari Pembalasan, Hambaku mengagungkan-Ku اِياَّكَ نَعْبُدُ وَاِياَّكَ نَسْتَعْيْن. قاَلَ هَذاَ بَيْنِِيْ وَبَيْنَ عَبْدِيْ وَلِعَبْدِيْ ماَ سَألَ Artinya: Hanya kepada-Mu kami minta pertolongan, dan hanya kepada-MU kami minta pertolongan, lalu dijawab, ini hanya antara Aku dan hambaku, dan bagi hambaku apa yang di minta. اِهْدِناَالصِّراَطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِراَطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِيمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلآالضّاَلِيْن هَذاَ َلِعَبْدِيْ. وَلِعَبْدِيْ ماَ سَألَ Artinya: Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang engkau murkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat, ini hanya untuk hambaku, dan bagi hambaku apa yang diminta. Saat Salat Munfarid Jika seseorang sedang salat sendiri maka usaha untuk mencapai kekhusukkan salat tergantung usahanya. Salat malam akan lebih mudah mengantarkan khusu dibandingkan dengan salat siang hari. Akan tetapi tidak semua orang yang salat malam mendapatkan kusyuk. Rasul pernah mengaingatkan dalam hal salat malam ini yaitu : berapa banyak orang yang salat malam melainkan hanya mendapatkan capek dan lelah. namun jika seseorang tidak pernah melakukan salat malam seseorang tersebut tidak pernbah merasakan proses capek dan lelahnya agar mecapai kusyuk dalam salat. Proses kelelahan yang dialami seorang hamba dalam mencari salat kusyuk pada salat malam antara lain 1). Saat Berdiri: saat berdiri bisa membaca aya-ayat yang panjang atau ayat-ayat pendek yang diulang-ulang seperti saat salat hajat kubra, mau berapa surat ikhlas yang kit abaca tiap rakaatnya. Surat ikhlas tersebut dapat dibaca 10 kali, 20 kali, 30 kali, 40 kali atau 100 kali, 200 kali 300 kali dan tau 400 kali. Samakan orang yang membaca surat ikhlas 10 kali dengan yang membaca 100 kali tentu berbeda. Disinilah ghirah seseorang untuk mengapai salat kusyuk itu di uji. 2). Saat Rukuk. Jika seseorang mampu melakukan rukuk lama tanda-tanda kekhusukkan saat salat sudah mendekat. Mengingat posisi rukuk membutuhkan fisik dan konsentrasi yang mendalam. Atau mungkin fikiran dan hati saat rukuk diarahkan untuk berdoa: Ya Allah jadikanlah kualitas rukuk yang saya lakukan malam ini seperti rukukknya para malaikatnya yang Engkau ciptakan di langit pertama, langit kedua, langit ketiga, langit keempat, langit kelima, langit keeenam dan langit ketujuh. Berikanlah kemampuan untuk merasa bergabung dengan ciptaan-ciptaan-Mu yang sedang rukuk. 3) Saat sujud. Sujud adalah merupakan tingkat totalitas penghambaan terhadap Allah. Janji Allah siapa yang sujud dan memohon ampun maka Allah akan ampunkan sebelum seseorang terbangun dari sujud, dengan demikian maka seseorang bisa berdoa sebagai mana saat rukuk, atau dialihkan kepada permasalahan-permasalahan yang dihadapi untuk mendapatkan solusinya. Saat Salat Berjamaah Kalau seseorang sedang salat berjamah maka posisi makmum tinggal ikut dengan imam. Imam adalah komandan dalam salat, jika imam batal saat melaksanakan salat, maka imam sendiri yang menaggung salatnya imam dan makmum. Disinilah sebagian orang merasa tidak percaya diri saat disuruh menjadi imam. Ada beberapa pendapat yang bisa menjadi pegangan dan tidak ragu saat menjadi imam. Pendapat tersebut berupa pertanyaan antara makmum dan imam. Makmum bertanya: kami mengikut imam, siapakah yang engkau ikuti, imam menjawab: Aku mengikuti kitabullah dan sunnah rasul. Makmum bertanya: engkau sebagai imamku, lalu siapakan imammu. Imam menjawab: Imamku al-quran, alquran sirrinya al-fatihah, alfatihah sirrinya bismillah dan bismillah sirrinya sirrullah. Makmum bertanya: sahnya sembahyang kami tergantung imam, sahnya sembahyang imam tergantung siapa? Imam menjawab: sahnya sembahyang kami tergantung hukum syara’. Makmum bertanya: salat kami menghapap ke kiblat mengikuti imam, lalu kemana imam mengarahkan kiblat kami. Imam menjawab: kiblat syariat ka’bah baitullah, kiblatnya hati baitul makmur. Makmum bertanya: engkau sembahyang menyembahyangkan kami, atau sembahyang kami untukmu. Imam menjawab: kami menyembahyangkan sembayangku dan menghimpun sembahyangmu kepada sembahyangku untuk kami persembahkan. Uraian singkat di atas semoga memberi manfaat dalam meningkatkan kualitas kekusyukan salat yang kita dirikan, sehingga bisa mendekati atau menemukan salat yang kusyuk. Selamat mencoba !
|