Zikir Alternatif: Mengesakan Allah Dengan Sifat-sifatNya
Oleh: Muhith Marzuqi*
Allah itu maha Esa, orang yang bersungguh-sungguh dalam bertauhid akan dapat merasakan hadirnya keesaan Allah dalam dalam hatinya. Hadirnya keesaan Allah dalam diri seseorang itu bermacam-macam sesuai dengan kondisi rohani orang tersebut. Menurut Syeh Muhammad Nafis al-Banjar dalam kita “ad-Darun Nafis” menjelaskan bahwa mengesakan Allah dapat dibagi dalam menjadi 4 macam. Keempat macam tersebut adalah:
1.Tauhid Asma’
Mengesakan Allah SWT pada semua nama yang diciptakan Allah. Cara bermusyahadah terhadap keesaan nama-nama Allah ini adalah dengan memandang mata jasmani dan di iringi pandangan mata hati, bahwa nama-nama yang ada di dunia ini (apapun namanya) dasarnya adalah bersumber pada suatu nama yaitu Allah SWT.Semua yang ada pada alam raya ini pasti memiliki nama. Padahal hakekatnya tidak ada yang wujud selain Allah SWT. Semua yang ada di jagat raya ini adalah khayal belaka oleh disesbkan karena nyata wujud Allah pada segala sesuatu, sehingga nama yang melekat adalah bersumber dari nama Allah. Menurut penulis salah satu metode untuk mendalami tauhid asma’ ini adalah dengan banyak berzikir dengan menyebut nama-nama Alah yang ada dalam asmaul husna.
2.Tauhid Sifat
Tauhid Sifat adalah menghilangkan sifat mahkluk termasuk sifat dirinya sendiri ke dalam sifat Allah SWT. Cara yang cepat untuk bermusyahadah dalam mengesakan sifat Allah tersebut adalah dengan berkeyakinan bahwa semua yang ada pada diri mahkluk seperti qudrat (kuasa), iaradat (kehendak), ilmu (mengetahui), hayat (hidup), sama’ (mendengar), bashar (melihat), kalam (berkata-kata) dan sifat-sifat Allah lainnya pada hakekatnya semua itu sifat-sifat Allah. Manusia hanya mendapatkan titipan sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat yang melekat pada diri mahkluk hanyalah sifat semua belaka, yakni sebagai banyangan dari sifat-sifat Allah, sehingga apaila sifat-sifat Allah tersebut telah merasuk ke dalam hamba maka akan sifat-sifat mahkluk akan tunduk kepada Allah, hidupnya adalah karena hidupnya Allah, kuasanya karena kekuasaan Allah dan sifat-sifat lain seterusnya. Menurut penulis salah satu metode untuk mendalami tauhid sifat ini adalah dengan memperbanyak berzikir dengan menyebut sifat-sifat Alah yang dimasukkan ke dalam kalimat tauhid. Zikir merupakan pangkal ibadah sehingga yang paling utama dari orang yang beramal kebaikan adalah yang paling banyak berzikir, yang paling utama dari orang yang berpuasa adalah yang paling banyak berzikir, yang paling utama orang yang zakat, infak dan sedekah adalah yang pailing banyak berzikir, dan yang paling utama orang yang pergi haji, jihad, umrah, adalah orang yang paling banyak berzikir. Zikir dengan sifat Allah adalah sebagian cara untuk menuju tauhid sifat, atau mengesakan Allah dengan sifat-sifat-Nya, zikir tersebut antara lain:
لآااله الاالله
Laa ilaaha illallaah (tidak ada Tuhan kecuali Allah)
لآوجود الاالله
1. Laa wujuuda illallaah (tidak ada yang wujud kecuali Allah )
لا قدام الاالله
2. Laa qidaama illallaah (tidak ada yang terdahulu kecuali Allah )
لآ بقاء الاالله
3. Laa baqaa’a illallaah (tidak ada yang kekal kecuali Allah)
لآمخالفة للحوادث الاالله
4. Laa mukhaalafata lilhawaadits illallaah (tidak ada yang berbeda dengan mahkluk kecuali Allah)
لآ قيام بنفسه الاالله
5. Laa qiyaama binafsihi illallaah (tidak ada yang bisa berdiri sendiri kecuali Allah)
لآوحدانية الاالله
6. Laa wahdaniyata illallaah (tidak ada yang esa kecuali Allah)
لآ قدرة الاالله
7. Laa qudrata illallaah (tidak ada yang kuasa kecuali izin Allah)
لآارادة الاالله
8. Laa iraadata illallaah (tidak ada yang menghendaki kecuali izin Allah)
لآ علم الاالله
9. Laa ‘ilma illallaah (tidak ada yang mengetahui kecuali izin Allah)
لآ حياة الاالله
10. Laa hayaata illallaah (tidak ada yang memberi hidup kecuali izin Allah)
لآ سمع الآالله
11. Laa sama’a illallaah (tidak ada yang mendengar kecuali izin Allah)
لآ بصرالاالله
12. Laa bashaara illallaah (tidak ada yang melihat kecuali izin Allah)
لآكلام الاالله
13. Laa kalaama illallaah (tidak ada yang mampu berkata kecuali izin Allah)
لآقادراالاالله
14. Laa qaadiran illallaah (tidak ada yang maha kuasa kecuali Allah)
لآمريداالاالله
15. Laa muriidan illallaah (tidak ada yang maha menghendaki kecuali Allah)
لآعالماالاالله
16. Laa ‘aaliman illallaah (tidak ada yang maha mengetahui kecuali Allah)
لآحياالاالله
17. Laa hayyan illallaah (tidak ada yang maha hidup kecuali Allah)
لآسميعاالاالله
18. Laa samii’an illallaah (tidak ada yang maha mendengar kecuali Allah)
لآبصيراالاالله
19. Laa bashiiran illallaah (tidak ada yang maha melihat kecuali Allah)
لآمتكلماالاالله
20. Laa mutakalliman illallaah (tidak ada yang maha berkata-kata kecuali Allah)
3.Tauhid Af’al
Tauhid Af’al yaitu mengesakan Allah SWT pada segala tingkah laku dan perbuatannya diserahkan kepada Allah. Seeorang yang sering melatihkan diri untuk memandang dan menyaksikan dengan pandangan batin bahwa perbuatan apa saja yang terjadi di ala mini hakekatnya adalah af’al (perbuatan) Allah SWT. Dalil yang menunjukkan tauhid af’al antara lain: (QS. 8: 17) artinya: “Dan bukanlah engkau (hai Muhammad) yang memukul tatkala kamu memukul musuh, tetapi Allahlah yang memukul“, dan (QS. 37: 96) artinya : “Dan Allahlah yang telah menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu perbuat”.
Proses perbuatan yang terjadi pada manusia sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu mubasyarah dan tawallud, mubasyarah yaitu perbuatan yang disertai kekuasaan atau qudrat Allah seperti pena yang sedang ditangan penulis. Sedangkan tawallud yaitu: perbuatan yang terjadi dari hasil dari hasil mubasyarah, contoh hasil karya tulisan penulis. Bagi seseorang yang mencapai pada tingkatan tauhid af’al mestinya tetap berpegang erat pada hukum syariat agama sehingga selamat dari jebakan iblis yang akan membawa kepada kafir zindiq.
4.Tauhid Dzat
Tauhid Dzat yaitu mengesakan Allah kepada Dzat yang satu, yaitu Dzat Allah SWT. Ini adalah maqam tertinggi dan tidak ada maqam lagi yang lebih tinggi dari pada maqam ini. Disinilah titik puncak pengetahuan seorang hamba tentang Allah SWT, maqam ini tidak dapat digambarkan dengan huruf, suara, maupun kata-kata. Tidak makhluk satu pun yang mencapai Kuhni Dzat- Allah SWT. Sebagaimana Allah berfirman dalam alquran yang artinya: “Allah mencegah kalian untuk mengenali Diri-Nya (Kuhni Dzat-Nya)”. Dan sabda Rasulullah yang artinya: “Kalian semua tidak akan mengerti tentang dzat Allah”.
Dalam hidup tidak jalan yang sulit untuk menuju jalan Allah apabila ada kemauan. Zikir adalah sarana yang efektif untuk menuju jalan Allah, zikir yang dilaksanakan seseorang menuju jalan Allah bisa pada waktu pagi atau petang, siang ataupun malam, bacaan yang dibaca saat zikir juga bervariasi sesuai dengan kondisi rohani seseorang, boleh istighfar, tasbih, tahmid, tahlil atau bacaan-bacaan lainnya, bisa dengan bermacam-macam bacaan, atau satu bacaan saja, yang penting adalah kontinunya, istoqamahnya, karena Allah telah berjanji dalam alquran bahwa hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah yang akan mendapatkan petunjuk, dan bersungguh-sungguh adalah kunci petunjuk menuju jalan Allah tiada jalan lain selain bermujahadah. Selamat mencoba !