Selayang Pandang arrow Mauizhah arrow Menciptakan Masa Depan Generasi Muda Islam
Hadirilah Kajian Tafsir Hadis Setiap Kamis Malam Seusai Solat Magrib, Kajian Keluarga Sakinah Setiap Hari Ahad Mulai Pk. 10.00 WIB, Kajian Kitab Kuning Setiap Hari Senin Bakda Ashar, Semua Acara dilaksanakan di Masjid Raya Batam Centre
Sudut Masjid
Selayang Pandang
Program Kegiatan
Kegiatan
Mauizhah
Konsultasi
Hubungi Kami
Foto Kegiatan
Tamu Kita
Informasi
Jadwal Shalat
Subuh 04:42
Fajar 05:55
Dzuhur 12:03
Ashar 15:10
Maghrib 18:07
Isya 19:16
PDF Print E-mail
Menciptakan Masa Depan Generasi Muda Islam

Islam yang terporak-perandakan abad pertengahan sebagai cermin bahwa peradaban yang dibangunnya kurang kokoh. Kekalahan tersebut selain karena adanya kolonisme besar-besaran di setiap negeri Islam terutama pusat kekhalifahan Turki. Tapi juga karena suatu keadaan yang memudahkan terjadinya kolonisasi atau penjajahan, menurut filosof sosial, Yusuf Bennabi. Sehingga kita mesti melihat diri sendiri serta meneliti kembali sumber-sumber dan sejarahnya,tambahnya.

Selain karena penindasan karena politik, yang lebih dahsat lagi disebabkan penindasan intelektual Peradaban Islam mampu memimpin dunia selama 800 tahun berkat tumbuh suburnya intelektualitas perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan yang diciptakan oleh muslim-muslim jenius itu mampu merangsang bangsa barat untuk untuk melakukan renesaince (kebangkitan). Mereka melakukan transper ilmu dari Islam lalu menjiplak seluruh tsaqofah islmiayah ke dalam kebudayaan intelektual barat. Mereka memanipulasi penemuan-penemuan islam seperti bidang ilmu-ilmu kealaman. Setelah mereka menguasai, lalu merekapun melancarkan misi kebengisannya dengan penindasan intelektual dan politik yang disertai imperialisme.

Perjalannya kemudian, Islam mulai menata keterpurukannya di dalam (internal). Setaip abad selalu saja ada pembarau-pembaru agama Islam yang menggetarkan dunia, seperti yang diisayaratkan oleh Nabi Muhammad saw. Begitupun seperti apa yang diucapkan Iman Ali Karamahullahu Wajhahu bahwa bumi tidak pernah sepi dari orang-orang yang berdiri atas nama Allah menegakakan hujjah-Nya, semisal Muhammad Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Ibnu Taimiyah dan lain sabagainya. Pada awal kedua puluh, Imam Sayid Hasan Al-Banna, pemimipin pergerakan ikhwanul muslimin di Mesir rupanya mampu menggoyahkan barat di Mesir dan merangsang pergerakan-pergerakan Islam di beberapa negara Islam lainnya. Sampai saat ini metode pergerakan Ikhwanul Muslimin dijadikan standar pergerakan dakwah modern di beberapa tempat oleh generasi-generasi muda Islam. Di tahun 1970-an di negeri Iran terjadi revolusi radikal kaum syi’ah yang mampu menumbangkan syah dan mampu menggetarkan Barat hingga sekarang. Sampai saat ini kebangkitan Islam di mana-mana sedeng terjadi secara dinamis, di Thailand terjadi pergerakan kaum Fhattani dalam menegakkan Islam, di Dhegestan, negara baru Islam kemarin hari itu menyerukan jihad melawan imperialisme komunis, dan di negara-negara berkembang lainpun sedang hangat dalam pergerakan-pergerakan baik di Barat, Timut maupun di Timur Tengah.

Membangun Kembali Islam

Sejarah Islam yang begitu matang sebetulnya mampu  mengalahkan peradaban Barat yang baru sekitar 400 tahun berdiri tegak. Azlur Rahman secara konisten menyerukan kaum muslimin agar meneliti kembali sejarah terbentuknya Islam. Nurcholis Majid dalam beberapa tulisan dan pidatonya sangat menekankan pada analisa sejarah secara obyektif untuk membangun masa depan yang lebih cerah. Bahkan Al-Qur’an sendiri menyuruh umat Islam untuk melihat sejarah sebagai bekal gerakan masa depan. Sejarah cukup sebagai cermin untuk pergerakan berikutnya. Namun modal sejarah saja tak mungkin akan mengalahkan suatu peradaban adidaya yang sangat modern, jika sebatas hanya untuk dibanggakan. Di lain pihak kematangan sejarah merupakan pondasi tegaknya suatu peradaban dan kebudayaan, jika sejarah tersebut berkesinambungan tanpa terputus-putus mampu melakukan koordinasi dengan masa kini yang ditujukan pada masa depan. Sejarah yang telah terbentuk ini bukan dijadikan keterlenaan pergerakan tapi dijadikan tolak ukur dan standarisasi kemajuan berikutnya. Jika sejarah cukup untuk dibanggakan, tampaklah bahwa ia tidak memiliki cita-cita dan orientasi ke depan.

Kebangkitan umat Islam yang dimaksud bukan pembaharuan adalah pergerakan penyadaran kembali ummat Islam pada Islam yang murni dengan menerapkan nilai-nilai dan etika Islam. Jika dikatakan reformasi, tajdid atau islah yang berarti pembaharuan ini dimaksud perubahan lahiriyah.

Yang kita inginkan adalah perubahan pemikiran subtansial, bukan kulitnya. Jika kulitnya, hanyalah permainan kata dan istilah belaka (semantic Game).  Jadi istilah yang tepat untuk  kebangkitan ini adalah renesaince, begitu menurut Ali Syariati Islam tak perlu lagi diubah dalam segala bentuk pernak-perniknya. Tapi yang mesti dilakukan adalah membangkitkan jiwa keislaman yang sudah lama terlkikis.

Perlunya kebangkitan pemikiran Islam sebagai landasan awal kemajuan peradaban Islam merupakan langkah yang mesti diprioritaskan. Kejelian berpikir dalam hal ini sangat berperan sekali. Makanya kebangkitan intelektual didahulukan bersamaan kebangkitan politik. Tapi cukupkah kebangkitan akan muncul dengan kebangkitan intelektual saja? peradaban Islam yang islami digerakan oleh jiwa dan intelektual Allah tidak akan mengubah suatu kaum/masyarakat hingga masyarakat itu sendiri mengubah apa yang ada di dalam jiwa mereka) anfus yang diartikan jiwa-jiwa menjadi penggerak sejarah di mana dan kapanpun berada. Timbulnya motivasi perubahan dan perbaikan berawal dari kesadaran nafs, jiwa.

Kontribusi Intelektualisme dan Spiritualisme

Jiwa spiritualisme yang yang diharapakan mampu mengadakan perubahan suatu peradaban yang menggeraknan kondisi obyektif seluruh aspek kehidupan dari segi intelektual, politik, social, budaya dan cultural. Jiwa ukhrawiyahlah yang mampu menggetarkan peradaban yang manapun berada sebab cita-citanya menembus alam duniawi dan alam berzakh. Sebab taruhannya pertanggungjawaban di hari akhir, selain pertanggungjawaban di mahkamah sejarah di dunia. Dunia kontoporer merupakan cita-cita sesaat dan jangka pendek yang sempit untuk dijadikan tujuan perubahan dan kemajuan.

Jasad manusia diciptakan dari tanah (dunia) lalu Allah mengimbanginya dengan ruh yang datang dari langit. Dengan terciptanya dari bahan duniawi kecendrungannya selalu pada dunia dan bahkan mencintainya (materialisme, hedonisme, dan libralisme). Lalu Allah memberi ruh sehingga seimbang antara Rohani dan jasmaninya. Bagi manusia yang condong pada ruh spiritualisme dengan memamfaatkan muka bumi sebagai lahan amal dan perjuangan, dan meninggalkan hal duniawiyah yang melekannya, mereka ini disebut Generasi Rabbaniyah. Dengan semangat spiritualisme inilah yang menjadi penggerak peradaban dunia. Jiwa-jiwa yang tertata dengan baik mudah diatur untuk orientasikan pada hal-hal yang dinginkan jika jiwa tersebut lepas dari kehendak hawa nafsu dan godaan syetan, dan terarahkan juga oleh akal budi yang murni dan sejati. Koordinasi akal dan hati dengan panduan wahyu ilahi akan mencapai pada tingkat ideal mahkluk Allah. Dalam Al-Qur’an tingkat ini digambarkan; “ Bahwa sesungguhnya Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat” . Peran akal sebagai dasar peradaban sewaktu berdiri, dengan ketiadaannya, peradaban menjadi hilang. Peran imam sebagai pengarah dan pembentuk ciri khas peradaban yang dibangun. Kerangka peradaban yang dibangun dibentuk oleh kandungan pemikiran yang diangkat oleh peradaban ini dan menyakininya sampai ketingkat iman dan kesediaan berkorban dengannya. Kerangka tersebut berarti metode rasional atau cara berpikir yang menjdi jati dirinya untuk menegakkan tiang-tiang peradan. Peradaban Islam mempunyai ciri khas antara dimensi material dan spiritual dalam suatu kesatuan tunggal peradaban. Metodelogi iIlam ini terbentuk dari pengetahuan keilmuan dan pengetahuan keimanan.

Generasi muda Islam memposisikan diri sebagai pelopor pembentuk jiwa-jiwa Islam dengan mental dan intelektual Islam murni. Mereka menempatkan diri sebagai orang dewasa. Kepala orang dewasa dilakukan proses pemberian nasehat dan pengarahan otak dan mental. Masalah mental dalam paradigma suatu peradaban Islam menangani dua bidang pertama,  islamisasi mental, mencakup pad aspek pendidikan dan kebebasan(hurriyah), yang keduanya terletak pada aspek perasaan.  Pendidikan yang dilakukan secara intensif dan sungguh-sungguh merupakan proses perjalanan menuju islamisasi mental. Pada islamisasi mental ini dilakukan secara bertahap dimulai at-ta’rif (pengenalan) tauhid dan syari’at Islam. Lalu dilanjutkan denga at’takwin (pembentukan) kepribadian. Kebebasan diterjemahkan sebagai pemutusan mental dari intrik-intrik hawa nafsu. Kebebasan ini tidak menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan dan dunia sebagai tujuan, tapi mental itu diarahkan kepada aspek kebebasan sebagai hamba dengan hanya mentauhidkan Allah, sehingga akan tercermin kebebasan mental yang bertanggungjawab. Seperti tadi diktakan bertanggungjawab di mahkamah sejarah dirinya dan di hari pengadilan. Kedua, pencerdasan mental. Metode ilmu pengetahuan yang mencakup pada pencerdasan mental ini sering disebut tazkiyatunnafs atau penyucian jiwa.

Membangun Cita-cita


Perlu diingatkan bahwa proses yang dilakukan itu hendaknya memiliki cita-cita. Menurut syahid Sayid Muhammad Baqir ash-Shaddr dalam penafsiran surat al-isnsyiqaq ayat keenam, bahwa Allah menggambarkan manusia, sesungguhnya mereka sedang bergerak maju yang terus-menerus, walaupun penuh kesukaran dan sangat menyakitkan untuk menemui Rabb-nya. Beliua menggambarkan bahwa lafazh kadh adalah lafazh yang bermakna sebagai upaya serius dan gigih untuk mencapai puncak tangga kesempurnaan. Menurutnya perjalanan serius itu berimplikasi pada perubahan kuantatif dan kualitatif. Perubahan kuantatif mencakup proses rekuntruksi diri, perkembangan dan kemampuan diri. Perubahan kualitatif timbul karena cita-cita yang sejati dan kesadaran yang bertanggungjawab. Cita-cita sejati adalah Allah, bukan hawa nafsu.
Masih menurut beliau gerak maju tersebut tergantung pada prasyarat-prasyarat berikut :
1. Pendekatan ideologis dan intelektual. Dari dua tersebut yang menjadi sasaran utamanya adalah tauhid.
2. Eksitensi kekuatan psikologis sebagai kekuatan spiritual, yang akan menggerakkan kehendak yang diilhami oleh keimanan yang mengkristal.
3. Cita-cita yang mandiri yang terlepas dari cita-cita yang rendah.
Disamping, pembangunan cita-cita, bahwa terbentuknya masa depan mesti direncanakan dari saat ini. Masa depan terbentuk oleh adanya gagasan dan kehendak. Gagasan dari akal sehat dan kehendak (motivasi) dari hati merupakan kandungan batin yang dibentuk cita-cita. Kandungan batin ini biasa disebut sebagai infratruktur batin ini merupakan jihad besar sebab menyangkut masalah purifikasi spiritual (penyucian jiwa). Atau dikatakan tadi sebagai pencerdasan mental. Cita-cita yang akan terbentuk oleh dua unsure pentng yaiti, cara berfikir dan mentalitas tertentu. Cita-cita menjadi tonggak terpenting dalam sejarah manusia. Menurut Muhammad Baqir ash-Shaddr bangsa yang tidak memiliki cita-cita akan mengalami satu diantara tiga implikasi; pertama, bangsa itu akan runtuh akibat serangan militer dari luar yang memiliki ketahanan dan kekuatan cita-cita. Kedua, bangsa itu akan menyerap cita-cita asing. Selayaknya Turki yang memiliki khazanah Islam yang tinggi peradabannya kropos ketika system kekhalifahan diganti dengan sistem republik liberalis. Ini disebabkan penghancuran system Islam oleh imprialisme penjajah. Yang akibat kehampaan cita-cita, mereka bernai menyerap cita-cita asing yang belum tentu mereka akan maju dengan cita-cita tersebut. Nurcholis Majid berpendapat dalam hal ini bahwa Turki telah melakukan lonctan sejarah. Akibat dari ketidakbersinambungan sejarah maka porak perandalah kebudayaannya. Ketiga, bangsa tersebut akan kembali pada cita-cita semula. Mereka akan kembali pada masa dahulu dengan menghidupkan kembali budaya dahulu, maka akan berputar dalam lingkran sejarah yang sudah terciptakannnya.

Islam dan Masa Depan

Untuk menciptakan islam yang ideal tidak mungking oleh seorang, dua, atau tiga orang yang sadar akan berubah. Tapi masyarakat yang sadarlah yang mampu melakukan perubahan. Masa depan dunia Islam direkayasa sedemikian rupa dengan jalan : pertama, melakukan pembinaan ummat yang meliputi lapangan pemikiran dan pendidikan. Kedua, menjadikan taruhan keberhasilan ummat islam dalm perbaikan peradaban dunia sebagai khalifatullah fil ardh. Dimensi pembinaan umat, jika kepada anak kecil pertama-tama adalah dilakukan proses pembentukan (attakwin) dan pembangunan kejiwaan yang mendasar. Jika kepada orang dewasa dilakukan taushiyah dan orientasi akal dan mental.

Optimisme

Kebangkitan generasi muda Islam yang sangat diharapkan umat sedang bergerak dinamis. Di beberapa tempat akhir-akhir ini semakin giatnya kawula muda muslim menyeimbangi dengan kekuatan westernisasi yang rusak. Semaraknya Islam sebagai indikasi bahwa mereka memiliki potensi untuk bangkit. Potensi intelektual dan mental menjadi semangat Islam yang tinggi ketika Islam dijadikan nilai dan etika keseharian.

Jika aspek infransrtuktur telah dibangun dengan dinamis, maka aspek suprastruktur menjadi prioritas kedua setelahnya. Kebangkitan jiwa dan intelektual kurang sempurna dalam membentuk suatu peradaban atau kebudayaan walupun dalam skala kecil, jika tidak ada harakah (gerakan) yang digencarkan. Islamisasi diberbagai aspek kehidupan termasuk juga islamisasi sain dengan sarat etika dan nilai-nilai Islam perlu dilakukan. Ziauddin Sardar memotivasi kaum muslimin bahwa leawt upaya politik, social, dan intelektual yang berkesinambungan dalam jangka panjang akan memperoleh gagasan alternatif nyata untuk masa depan. “ Kesadaran adalah setengah dari perjuangan” tambahnya, sekaligus menutup tulisannya dalam buku” Mengenal islam for Beginners (terjemahan). Kesimpulan dari tulisan di atas adalah sebagai generasi muda Islam yang terdiri pemuda dan pemudi maka patut engkau melaksanakan undang-undang dasar agama Islam. Seperti motto Ikhwanul Muslimin. “Qun daulatal islam fii nufusikum satakum fi bildikum”, Tegakanlah daulah Islam pada diri kalian niscaya akan tegak Islam di negeri kalian, Insya Allah. Amien.

 
< Prev   Next >
Masjid Kita
Calendar
Total Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday26
mod_vvisit_counterYesterday34
mod_vvisit_counterThis week224
mod_vvisit_counterThis month463
mod_vvisit_counterAll34007
Kontak Masjid