Hadirilah Kajian Tafsir Hadis Setiap Kamis Malam Seusai Solat Magrib, Kajian Keluarga Sakinah Setiap Hari Ahad Mulai Pk. 10.00 WIB, Kajian Kitab Kuning Setiap Hari Senin Bakda Ashar, Semua Acara dilaksanakan di Masjid Raya Batam Centre
Sudut Masjid
Selayang Pandang
Program Kegiatan
Kegiatan
Mauizhah
Konsultasi
Hubungi Kami
Foto Kegiatan
Tamu Kita
Informasi
Jadwal Shalat
Subuh 04:43
Fajar 05:55
Dzuhur 12:04
Ashar 15:13
Maghrib 18:08
Isya 19:16
PDF Print E-mail
Istiqamah

ISTIQAMAH ialah salah satu sifat yang amat terpuji, ia adalah sifat para nabi dan rasul, para wali dan para pejuang Islam yang berjaya. Sikap istiqamah (teguh dalam memegang kebenaran) dianjurkan oleh Allah, sebagaimana dalam firman-Nya: “Oleh itu, hendaklah engkau (wahai Muhammad) sentiasa tetap teguh di atas jalan yang betul sebagaimana yang diperintahkan kepadamu…” (Hud: 112) Sabda Rasulullah s.a.w: “Berteguh-hatilah kamu (istiqamahlah) kamu meskipun tidak akan mampu melakukan sepenuhnya. Ketahuilah bahwa bahagian terbaik dari agamamu adalah sembahyang, dan tiada seseorang yang memelihara wudhu’, kecuali orang yang beriman.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)  Dari keterangan ayat tersebut jelas bahawa diperintahkan agar kita beristiqamah dengan bahasa yang agak tegas. Ini jelas sekali terdapat hikmah yang besar di sebalik perintah istiqamah. Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq menjelaskan: “Ada tiga tingkatan dalam istiqamah: 1) Menegakkan sesuatu (taqwin) - berhubungan dengan disiplin jiwa. 2) Meluruskan sesuatu (iqamah) - berhubungan dengan penyempurnaan hati 3) Berlaku teguh (istiqamah) - berhubungan dengan amalan untuk mendekatkan diri, menggantungkan diri kepada Allah” Berikut ini di antara hikmah istiqamah yang turut diterangkan dalam ayat al-Quran sebagai berikut : “Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap teguh pendirian (di atas jalan tauhid), akan turunlah malaikat kepada mereka dari masa ke masa (dengan memberi ilham): ‘Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berdukacita, dan terimalah berita gembira bahwa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kepada kamu.” (Al-Fussilat: 30) Dari keterangan ayat di atas tersebut, nampak jelas sekali bahawa ada beberapa hikmah yang terkandung dalam istiqamah, di antaranya: I) Akan Selalu Didampingi Malaikat. Seseorang yang istiqamah (teguh pendirian dan tetap melakukan kebaikan) selalu akan didatangi oleh para malaikat, sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang bermaksud: “…akan turun kepadanya (orang yang istiqamah) para malaikat…” Seseorang yang apabila didatangi malaikat ia bermakna satu kemuliaan dan keuntungan yang amat besar, sebaliknya manusia yang didatangi oleh syaitan, ia bermakna kehinaan dan bencana yang amat besar. Apabila malaikat datang, maka yang didatangi akan mendapat keuntungan. Ini disebabkan malaikat itu lambang rahmat, sebaliknya syaitan itu adalah lambang laknat. Ada beberapa kebaikan yang dibawa oleh malaikat: 1) Mereka merasa senang, gembira dan tidak ada rasa khuatir. 2) Akan merasa lega. 3) Akan selalu berbuat kebaikan dan tidak mengikut hawa nafsu. 4) Orang yang selalu didatangi malaikat wajahnya akan berseri-seri, dan juga tidak mudah marah dan tersinggung. 5) Orang yang didatangi malaikat akan berlapang dada. II) Tidak Ada Rasa Takut Seseorang yang istiqamah, tidak pernah merasa takut, sebagaimana ayat al-Quran: “…janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu)…” (Al-Fussilat: 30) Apabila seseorang tidak pernah ada rasa takut, mempunyai keteguhan hati, kuat keyakinannya, kukuh pendiriannya dan besar harapannya kepada Allah. Pakar motivasi mengatakan: “Akar dari segala bentuk ketakutan adalah ketidak-percayaan. Orang yang merasa asing terhadap hidupnya dan tidak kenal Tuhan serta tidak kenal diri sendiri adalah orang yang ketakutan.” Untuk menjadi orang yang bebas dari ketakutan, kita harus bergantung kepada Maha Pencipta dan Maha Pemberi segala sesuatu. Kita harus memiliki kepercayaan dan mengenal Dia (Allah). Perasaan terpisah dengan sumber segala sesuatu, seperti anak kecil yang merasa terpisah dengan orang tuanya, akan menimbulkan ketakutan dan kebimbangan. Dengan demikian jelas mengapa orang yang istiqamah tidak ada perasaan takut? Ini disebabkan apabila telah beristiqamah akan teguh pendiriannya, besar harapannya kepada Allah, kuat keyakinannya. III). Tidak Ada Rasa Sedih.  Orang yang istiqamah tidak mempunyai rasa sedih, sebaliknya mereka sentiasa gembira dan ceria, sebagaimana telah diterangkan di atas. Seseorang yang istiqamah, ia tidak ada perasaan sedih. Ini disebabkan orang-orang yang sedih itu merasa kehilangan sesuatu, atau tidak tercapainya sesuatu (gagal). Sedangkan orang yang istiqamah itu telah tertumpu semua pergantungannya itu kepada Allah, mulai dengan hartanya, anaknya dan bahkan dirinya telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah, sebab orang yang istiqamah itu sadar bahawa semua itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Apabila ada orang yang merasa sedih kerana kehilangan sesuatu, maka orang yang istiqamah tidak dapat bersedih, karena ia merasa semua itu adalah memang milik Allah. Mereka merasa hanya sebagai penjaga barang titipan, maka apabila orang yang menitipkan itu mengambilnya semula, maka ia tidak merasa bersedih bahkan merasa tidak ada beban lagi. Itulah hikmah istiqamah. IV). Akan Mendapat Balasan Syurga. Mereka yang istiqamah akan mendapat balasan syurga, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…dan terimalah berita gembria bahawa kamu akan beroleh syurga yang telah dijanjikan kepada kamu.” (Al-Fussilat: 30). Dengan demikian orang-orang yang beriman dan istiqamah ia akan mendapat balasan yaitu syurga. V). Akan Diberi Rezeki Siapa saja yang istiqamah dalam kebaikan dan tetap dijalan yang benar, maka mereka akan mendapat rezeki yang melimpah, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “(Nabi Muhammad diwahyukan menerangkan lagi): Dan sesungguhnya sekiranya mereka (manusia dan jin) itu berjalan lurus di atas jalan (Islam) itu, sudah tentu Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar. (Pemberian yang demikian) supaya Kami menguji mereka dalam menikmati apa yang Kami berikan itu (adakah mereka bersyukur dan istiqamah menurut Islam). (Ingatlah) siapa yang berpaling daripada mengingati Tuhannya (dengan berlaku ingkar, maka) Tuhan akan memasukkannya ke dalam azab yang amat berat.” (Al-Jinn: 16-17) Imam Al-Qusyairi Al-Nisabury memberi komentar: “Allah swt tidak berfirman: “Kami akan membiarkan mereka minum”; melainkan “Kami akan memberi mereka minum dengan melimpah ruah.” Memang di dalam ayat tersebut air yang melimpah, tetapi yang dimaksudkan adalah rezeki yang melimpah, sebab air adalah barang yang sangat diperlukan ketika itu. Oleh yang demikian Allah hanya menyebut air, akan tetapi yang dimaksudkan adalah rezeki yang banyak. Sebab air adalah lambang rezeki. Demikian sebagian hikmah daripada istiqamah. Ini jelas, barangsiapa yang istiqamah dalam melakukan kebaikan, istiqamah ke jalan yang lurus, maka akan mendapat hikmah sebagaimana tersebut di atas dan hikmah-hikmah lainnya yang tidak dapat kita ungkapkan.


 
< Prev   Next >
Masjid Kita
Calendar
Total Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday21
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week63
mod_vvisit_counterThis month302
mod_vvisit_counterAll33845
Kontak Masjid