Hadirilah Kajian Tafsir Hadis Setiap Kamis Malam Seusai Solat Magrib, Kajian Keluarga Sakinah Setiap Hari Ahad Mulai Pk. 10.00 WIB, Kajian Kitab Kuning Setiap Hari Senin Bakda Ashar, Semua Acara dilaksanakan di Masjid Raya Batam Centre
Sudut Masjid
Selayang Pandang
Program Kegiatan
Kegiatan
Mauizhah
Konsultasi
Hubungi Kami
Foto Kegiatan
Tamu Kita
Informasi
Jadwal Shalat
Subuh 04:43
Fajar 05:55
Dzuhur 12:04
Ashar 15:13
Maghrib 18:08
Isya 19:16
PDF Print E-mail
HIKMAH PUASA RAMADHAN BAGI KESEHATAN
Oleh: Hj. Mimi Diana, S.Ag

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah : 283).

Sebagai muslim diwajibkan berpuasa sebagai wujud keta’atan kepada Allah SWT. Tetapi banyak diantara seorang muslim yang merasakan perintah tersebut hanya menahan lapar dan haus padahal kalau dikaji dan direnungkan ibadah puasa itu sesuatu yang sangat nikmat, karena banyak manfa’atnya untuk kesehatan jasmani dan rohani. Oleh sebab itu, para ulama ahli fikih, menetapkan wajibnya niat bagi orang yang melaksanaknan ibadah puasa, sebab selain merupakan salah satu syarat sahnya puasa, niat juga akan memotivasi jiwa seseorang agar kuat menerima segala cobaan dan ujian, yakni menahan lapar dan dahaga juga pengendalian diri.

Selain itu dalam tinjauan kedokteran, faktor niat juga dapat mempengaruhi system kerja susunan syaraf pusat dan biokimia tubuh sebab hormon biokimia tubuh yang dapat disebut hiposisis yang dapat mempengaruhi perasaan lapar dan kenyang juga perasaan mengantuk dan tidur dapat dikendalikan oleh niat. Sistem kerja biokimia tubuh itu bisa disetel atau program seperti komputer. Misalnya kebiasaan tidur/bangun tidur, makan dan lain-lain meskipun sejak sahur sampai berbuka kita tidak makan dan minium selama 14 jam, tapi dengan niat yang kuat insyaAllah tidak lapar.

Hikmah puasa bagi kesehatan rohani seseorang adalah timbulnya perasaan tenang (sakinah) karena jiwa mampu mengendalikan dorongan-dorongan yang bersifat implusif (ransangan) seperti libido seksual (syahwat) nafsu amarah dan hawa nafsu lainnya. Sedangkan hikmah puasa bagi kesehatan jasmani sangat banyak antara lain :

1. Beberapa penyakit yang meradang, seperti radang tenggorokan, radang lambung, radang telinga, radang ovarium (kandung rahim) termasuk reumatik, dan sakit persendian, dapat disembuhkan melalui puasa.
2. Universitas Osaka di Jepang pada tahun 1930 pernah mengadakan penelitian pengaruh puasa terhadap daya tahan tubuh. Pada hari ke tujuh orang yang melakukan puasa, meningkat karena jumlah darah putihnya bertambah, seperti diketahui  darah putih ini amat berguna untuk membunuh virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, semacam anti body.
3. Puasa dapat mencegah berkembangnya sel kanker, berdasarkan penelitian yang dilakuna terhadap dua ekor tikus putih di Amerika Serikat pada kedua tikus tersebut disuntikan sel kanker, tikus pertama diberi makan seperti biasa, sedangkan pada tikus kedua tidak diberi makan (dipuasakan) dan dari dua ekor tikus eksferimen (percobaan) terbukti, tukus pertama mati karena kanker sedangkan tikus kedua yang dipuasakan itu dapat bertahan hidup, karena sel –sel kanker tak aktif.
4. Puasa dapat juga dapat meningkatkan produktivitas, penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok ayam petelur yang selama 3 bulan bertelur terus menerus pada bulan ke-4 produktivitas bertelurnya turun hingga 75% pada kelompok pertama tidak diberi makan selama beberapa jam dalam jangka waktu 10 hari (dipuasakan) sedangkan kelompok kedua diberi makan seperti biasa, ternyata pada kelompok pertama yang dipuasakan selama 10 hari produktifitas bertelurnya kembali seperti semula. Sedangkan pada kelompok kedua (yang tidak dipuasakan) tidak mengalami peningkatan.
5. Mengistirahatkan lambung

Pada orang berpuasa ada nikmat jasmaniyah lainnya yang tidak dirasakan oleh orang-orang yang tidak berpuasa, yaitu nikmat istirahat pada organ perut (lambung) sebagaimana diketahui, selain jantung dan paru-paru, lambung adalah organ tubuh tak pernah istirahat bekerja dengan puasa maka lambung mendapat kesempatan istirahat selama (6 jam) sebagai berikut :
- Empat jam setelah sahur (+ jam 08.00) makanan yang disimpan dan digiling di lambung, turun ke usus kecil, disini selama + 4 jam pula usus kecil bekerja menyerap sari pati makanan , dan kemudian membuang ampas makan itu ke usus besar.
- Tepat jam + 12.00 lambung benar-benar kosong dan beristirahat selam + 6 jam sampai waktu berbuka.

Tetapi pada orang yang tidak berpuasa, ketika lambungnya kosong maka lambung akan mengeluarkan kelenjer yang disebut asam lambung. Jika lambung tak segera dimasuki makanan maka lambung akan “menggiling” kelenjar asam lambung itu sendiri sehingga menimbulkan pergesekan pada dinding usus. Akibatnya dinding usus terasa perih karena terluka inilah yang disebut sakit maag (sakit lambung). Sedangkan pada orang yang sedang berpuasa karena pengaruh niat membuat lambung tidak memproduksi kelenjar asam lambung sebagaimana biasanya (saat jam 12.00) karena lambung dalam keadaan istirahat inilah nikmat yang luar biasa (subhanallah).

Oleh karena itu bagi penderita sakit maag malah dianjurkan berpuasa untuk menyembuhkan “luka” pada dinding ususnya selain itu pada saat berbuka lambung disiram dengan cairan gula (atau makanan yang manis-manis). Maka itu akan membantu meringankan luka pada dinding usus, itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW menganjurkan makan makanan yang manis (seperti korma) pada saat terbuka. Wallahhu’alam.

    





 
< Prev   Next >
Masjid Kita
Calendar
Total Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday42
mod_vvisit_counterThis week62
mod_vvisit_counterThis month301
mod_vvisit_counterAll33844
Kontak Masjid