Selayang Pandang arrow Mauizhah arrow Hidup Adalah Helaan Nafas Yang Pasti Berhenti
Hadirilah Kajian Tafsir Hadis Setiap Kamis Malam Seusai Solat Magrib, Kajian Keluarga Sakinah Setiap Hari Ahad Mulai Pk. 10.00 WIB, Kajian Kitab Kuning Setiap Hari Senin Bakda Ashar, Semua Acara dilaksanakan di Masjid Raya Batam Centre
Sudut Masjid
Selayang Pandang
Program Kegiatan
Kegiatan
Mauizhah
Konsultasi
Hubungi Kami
Foto Kegiatan
Tamu Kita
Informasi
Jadwal Shalat
Subuh 04:42
Fajar 05:55
Dzuhur 12:03
Ashar 15:10
Maghrib 18:07
Isya 19:16
PDF Print E-mail
Hidup Adalah Helaan Nafas Yang Pasti Berhenti
Oleh: Teten Nasrudin

“Apakah kamu sekalian mengira bahwa Kami menciptakan kamu sia-sia tanpa tujuan dan kepada Kami kamu tidak dikembalikan?” (QS : Al-Mukminun: 116). Hidup adalah tidak ubahnya hanya helaan nafas yang suatu saat pasti terhenti. Detak jantung yang terus berlalu seiring dengan arah waktu yang terus meninggalkan jejak-jejak langkah manusia menuju satu titik yang pasti teralami oleh setiap insan, QULLU NAFSIN DZAAIQOTUL MAUT, namun walau  kadang memungkiri.

Lantas apa yang dapat diperbuat menyambut datangnya HAL YANG PASTI TERJADI itu?... Menjauhkan diri dari dinamika dan pergolakan dunia dengan maksud zuhud dalam perspektif yang sempit, yaitu mengasingkan diri dari interaksi social, budaya, ekonomi, politik dan duduk-duduk di Masjid atau barangkali di “pengasingan” dengan maksud terus “beribadah”. Katakan TIDAK wahai saudaraku. ISLAM adalah agama universal, aktif dan produktif, ummat Islam harus menguasai dunia tapi tidak dikuasai dunia. Dunia harus dalam genggaman, tapi tidak dikusakan dalam hati. Sehingga kapan dan dimanapun, dunia akan dengan mudahnya dilepaskan demi kepentingan agama. Dan inilah yang dilakukan para sahabat Nabi SAW + 14 abad yang lalu, sehingga Islam mencapai puncak kejayaannya. Dan hari ini kita masih dapat menikmati kejayaan itu.

Nafas adalah modal utama yang diberikan Allah dalam menapaki kehidupan ini. Jangan pernah berhenti untuk berbuat demi kejayaan Islam yang sejatinya adalah demi kejayaan diri, sebelum nafas itu memberhentikan kita !!

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugiaan. Kecuali orang  yang beriman dan mengerjakan amal soleh. Dan nasehat-menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menepati kesabaran” (QS : Al-Ashr : 1-3).

Muhammad Rasulullah Shollallahhu’alaihhi Wassalam adalah teladan bagi kita, beliau adalah orang yang paling cerdas memanfa’atkan waktunya, sehingga tidak mengherankan hanya  dalam kurun waktu + 23 tahun, terhitung setelah beliau “dilantik” menjadi Rasul akhir zaman, begitu luar biasa merubah wajah peradaban dunia !! dan salah satu buktinya adalah anda datang ke Masjid Raya Batam untuk melaksanakan kewajiban anda sebagai mahluq (shalat Jum’at) dan itu bukti bahwa pesan Rasulullah masih sampai ke telinga anda !! lantas apa yang dilakukan sebagian kaum Muslimin hari ini, padahal katanya sudah mengenal dan belajar tentang Islam semenjak umur 6 tahun ketika kita menyaksikan wajah Islam hari ini melalui media-media, sepertinya Islam telah dipandang sebagai agama dunia ketiga oleh Barat yang sangat apriori. Apakah ummat Islam hari ini lebih memilih untuk menjadi konsumen daripada produsen, lebih suka menjadi obyek daripada subyek, lebih enak menjadi penonton daripada pemain…. Apakah ini tanda bahwa kita telah menyia-nyiakan waktu? Seakan kita tidak mempunyai tanggung jawab terhadap keadaan ummat hari ini, tidak mempunyai keyakinan bahwa nafas yang dirasakannya kapan saja dan dimana saja akan terhenti !!

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun”  (QS : Fathir : 37).

Tanggal 10 April 2006 Masehi diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad Rasulillahhi Solallallahhu’alaihhi Wasalam. Ummat Islam diseluruh pelosok negri tentu tahu, bahwa tanggal 12 Rabiul Awal adalah hari kelahiran orang yang hari-harinya selalu penuh manfa’at, dan tidak ada Nabi dan Rasul setelahnya. Mari kita ingatkan kembali perjuangan beliau yang sangat singkat tapi dengan se-izin-Nya dapat merubah keadaan, keadaan dimana setiap mahluk tidak lagi tahu untuk apa dia hidup, kemana dan apa yang terjadi setelah kehidupan itu berakhir, menuju kepada keadaan dimana manusia dapat mengenal siapa dirinya, Tuhannya dan untuk apa diciptakan ?! Gelar Al-Amin yang beliau sandang sejatinya menjadi aplikasi nilai “peringatan Maulid” pada tahun ini.

Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 35 tahun, di Mekkah terjadi bencana banjir sehingga merusakan sebagian dinding Ka’bah. Setelah usai bencana, kaum Quraisy beramai-ramai memperbaiki dinding Ka’bah yang runtuh itu. Pada saat pekerjaan telah selesai, dan tinggal Hajar al-Aswad (batu hitam) yang mesti dikembalikan ditempatnya semula, terjadilah perselisihan diantara mereka. Masing-masing suku ingin memperoleh kehormatan dengan meletakkan Hajar al-Aswad itu di tempatnya. Hampir saja terjadi pertumpahan darah diantara mereka. Tetapi tiba-tiba salah seorang berkata :”Wahai kaumku, janganlah kalian saling bermusuhan karena ini sebaiknya kita tunggu saja besok pagi, siapa yang pertama kali datang ke pintu Masjid ini, dialah yang berhak mengambil keputusan”.

Pagi-pagi keesokan harinya, kaum Quraisy mendapati bahwa orang yang pertama kali masuk ke pintu Masjid adalah Nabi Muhammad SAW. Maka bersoraklah mereka menyambutnya. Karena mereka yakin akan kejujuran pemuda Muhammad. Jadilah Nabi Muhammad SAW,. Sebagai hakim yang memutuskan perkara Hajar al-Aswad itu.

Nabi Muhammad SAW. Kemudian menggelarkan kain surbannya diatas tanah dan meletakkan Hajar al-Aswad diatasnya. Lalu, kepada masing-masing kepala suku, beliau memerintahkan untuk memegang tiap-tiap ujung kain itu dan mengangkatnya. Sampai diatas, beliau lalu mengangkat batu suci dengan tangannya sendiri, dan meletakannya ditempat yang semula. Dengan cara itu, seluruh kaum Quraisy merasa puas, dan berseru : “Kami rela atas keputusan yang dibuat oleh orang yang dipercaya ini!” Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW. Mendapat gelar “Al-Amin”, artinya “Yang Dipercaya”.

Gelar Al-Amin yang disandangnya (Nabi Muhammad SAW) adalah puncak dari serangkaian penghargaan terhadap waktu yang dilaluinya. Beliau tidak pernah ingkar, apabila berjanji, beliau tidak pernah hianat apabila diberikan amanat, beliau orang yang jujur dalam bertutur dan paling cerdas dalam setiap keputusannya. Sehingga hari-hari yang dilaluinya penuh manfa’at, baik dalam social kemasyarakatan, kegiatan perdagangan/ekonomi (saat mendampingi pengusahawati bernama Siti Khadijah), politik (salah satunya butir-butir perjanjian/MOU Madinah). Dan puncak dari segala puncak “Al-Amin” adalah beliau dipercaya oleh Allah Yang Maha Tahu, Yang Maha Memiliki, Yang Maha Menciptakan  untuk menyampaikan amanat-amanat-Nya kepada seluruh alam. Dan amanat yang pertama kali disampaikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah adalah Surat Al-‘Alaq Ayat 1 – 5. Tepatnya usia beliau waktu itu 40 tahun, 7 bulan, dan 8 hari, menurut perhitungan Qomariyah.

Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari gelar Al-Amin yang disandang beliau Nabi Muhammad SAW sampai beliau “diangkat” menjadi Rasul akhir zaman. Bahwa manakala manusia ingin menggapai puncak kemuliaan dan penghargaan di sisi Allah SWT, maka harus diawali dengan meraih kepercayaan. Ketika kita menjadi seorang pemimpin, pengusaha, politikus, ekonom, masyarakat dan lain sebagainya, maka sifat shidiq (honest), amanat (accountable), tabligh (cooperative), fathonah (intelligent) yang melekat pada pribadi  sang suri tauladan ummat hendaknya menjadi hiasan nafas yang pasti TERHENTI !

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah  itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut-nyebut  Allah”. (QS : Al-Ahzaab : 21)

Jangan pernah berhenti untuk berbuat demi kejayaan ISLAM, sebelum nafas itu yang memberhentikan kita. Ajaklah nilai-nilai ISLAM ke kantor/pekerjaan anda, hiasilah rumah tangga dengan indahnya “Baitii Jannatii”, dampingilah kegiatan ekonomi/perdagangan anda dengan kejujuran, tegakanlah amanat jika anda dipercaya oleh seseorang maupun masyarakat untuk menjadi pemimpin, dan akhirnya… jemputlah KEMATIAN anda dengan HUSNUL KHOTIMAH…Semoga !

Wallahhu’alam.   

 



 
< Prev   Next >
Masjid Kita
Calendar
Total Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday34
mod_vvisit_counterThis week222
mod_vvisit_counterThis month461
mod_vvisit_counterAll34005
Kontak Masjid