|
a. Elemen lunak
Elemen lunak yaitu berupa tanaman, yang dipilih adalah: 1. Oreodoxaregia (Palem Raja) Pohon ini ditanam hampir di sekeliling lahan dengan tujuan sebagai bingkai penanda area masjid dan sebagai pemersatu suasana dengan area sekelilingnya yang juga sudah banyak dinamai Palem Raja. Pohon ini tertinggi dari pohon-pohon lainnya yang direncanakan ditanam, jadi paling proporsional sebagai pembingkai. Pohon ini ditanam juga di plaza shalat sebagai elemen penyejuk dan pengarah.
2. Peltophorum Pterocatpum (Ye/low Flame) 3. Bougenvillea Glabra (Bougenville) 4. Ixora Javanica (Soka Merah) 5. Erythrina Cristagali (Dadap merah) 6. Rheodiscolor (Adam Hawa) 7. Bismarckia Nobilis (Palem Anggur) 8. Hibiscus Rosasinensis (Kembang Sepatu) 9. Helliconia Sp (Pisang-pisangan) 10 Alamanda 11. Collestemon Citrinus (Sikat Botol) 12. Rumput Paitan
b. Elemen Keras
Ruang lingkupnya adalah penataan terutama bahan penutupnya tangga, bak tanaman, plaza shalat, jalan, trotoar dan parkir.
1. Tangga-tangga plaza Tangga-tangga plaza direncanakan sebagai elemen arsitektur untuk menuju plaza shalat. Keistimewaan tangga ini dirnensi injakannya disesuaikan dengan ruang gerak shalat, sehingga bisa digunakan untuk aktifitas shalat. 2. Bak-bak tanaman (bloembak) Bak tanaman memakai bahan batu kali berwarna ketabu kehi-taman, hal ini untuk memberi kesan alami dan kokoh. Berfungsi pula sebagai pengakhiran tangga dan turap penahan tanah. 3. Plaza shalat
Plaza shalat ditutup klinker terakota yang berwarna merah bata. Garis-garis shaf memakai.bahan "paving blocks" yang dipola, dengan warna kelabu sehingga terlihat kontras dengan merah batanya klinker terakota. 4. Jalan
Jalan yang direncanakan memakai lapisan aspal.
5. Trotoar
Trotoar yang direncanakan memakai lapisan "paving blocks".
6. Parkir Yang dimaksud adalah pelataran parkir. Bahan penutupnya adalah "grass blocks"
|